
Reyog Ponorogo Jadi Nominasi Tunggal WBTB UNESCO
Pemilik: Belum diisi
Kesenian Reyog Ponorogo resmi diusulkan sebagai nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO untuk tahun 2023. Kepala Desa Tanjungsari, Zainur Rofiqii, menyambut baik kabar tersebut dan mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan serta doa agar kesenian khas Ponorogo ini mendapatkan pengakuan dunia. Menurut Zainur, Reyog Ponorogo sangat layak menyandang predikat tersebut karena keunikan dan nilai historisnya yang hanya dimiliki oleh Ponorogo. Terkait kekhawatiran mengenai penggunaan atribut hewan, Zainur menjelaskan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dengan mengganti kulit harimau menggunakan kulit kambing yang dilukis, serta memanfaatkan bulu merak yang rontok secara alami. Penjelasan ini telah disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, kepada pihak UNESCO. Optimisme tinggi muncul dari berbagai kalangan bahwa Reyog akan lolos seleksi, mengingat statusnya sebagai nominasi tunggal yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pengakuan UNESCO diharapkan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga meningkatkan kebanggaan masyarakat Ponorogo terhadap warisan leluhur mereka di kancah internasional.